PRIBADI SEDERHANA, BERTEKAD MEMBANGUN KOTA GORONTALO
NAMA lengkapnya adalah H. Feriyanto Mayulu, S.IKom, MH. Dan akrab di sapa sejak masa kecil dengan nama Eby. Pria bungsu dari tiga bersaudara ini adalah satu-satunya putra pasangan (Alm) Conesie Mayulu dan (Almh) Pertiwi Monoarfa.
Eby berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang jurnalis (Wartawan “Duta Demokrasi”), dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang berhasil mendidik anak-anaknya dengan penuh nilai-nilai agama, kejujuran, kedisiplinan dan hidup apa adanya.
Eby yang lahir di Gorontalo pada tanggal 25 Februari 1971 ini sejak dulu dikenal memiliki pribadi yang santun, ramah dan punya hobby membaca.
Berkat kegigihan dan keuletan, serta semangat tinggi dengan penuh rasa kebersamaan serta kesabaran, Eby pun tumbuh dewasa dengan pola-pola pikir yang matang sebagai seorang pengusaha muda yang mapan. Eby bahkan tetap membekali diri dengan ilmu dan pendidikan sebagai bekal dalam memberikan kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama.
Seiring dengan waktu, Eby pun berhasil menye-lesaikan program Strata Dua (S2) di Universitas Negeri Solo (UNS), dan saat ini sedang menyelesaikan program Strata Tiga (S3) (Doktoral) di Universitas Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Hal yang paling menonjol pada diri Eby sejak dulu adalah pembawaannya yang amat sederhana, mudah bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan si kaya dan si miskin. Bahkan sejak terpilih sebagai Wakil Walikota Gorontalo, kelopak hati Eby makin terbuka dan tangannya makin sering diulurkan untuk membantu orang-orang susah. Sifat kedermawanan dan jiwa sosialnya sudah makin gampang tersalurkan karena memang disokong dengan statusnya sebagai pengusaha muda yang sukses sekaligus ditunjang dengan kemudahannya bertemu dengan masyarakat karena berposisi sebagai Wakil Walikota.
Sehingga tak heran, menjelang pemilihan Walikota (Pilwako) Gorontalo 2013 ini, masyarakat pun mengalirkan aspirasinya dan menetapkan pilihannya untuk mendukung Eby menjadi Walikota Gorontalo periode 2013-2018. Sebab Eby dinilai punya komitmen besar terhadap apa yang diungkapkan karena berfondasikan pada ajaran yang dianut dengan tetap menghormati nilai-nilai kebersamaan. Dari sini Eby pun bertekad membangun Kota Gorontalo pada periode 2013-2018.
PENGUSAHA SUKSES, POLITISI YANG RENDAH HATI
Suami dari Hj.Lola Mayulu Yunus ini semula adalah seorang pengusaha. Jiwa wiraswasta dan entrepreneur (pengusaha) yang dimilikinya tak lain adalah merupakan hasil penggemblengan dari kedua orangtuanya, ditambah lagi ilmu yang diemban dari lingkungan keluarga sang istri yang juga dikenal sebagai salah satu pengusaha papan atas di Gorontalo, membuat jiwa entrepreneur Eby pun makin terbentuk sebagai pengusaha muda yang sukses, namun tetap berpribadi sederhana, santun dan ramah kepada siapa saja.
Sejalan dengan derap langkah suksesnya sebagai seorang pengusaha, maka tahun 2003 nama Eby mulai bersinar di dunia politik guna menerangi kepentingan banyak pihak, terutama kepentingan dan harapan rakyat Kota Gorontalo. Yakni dimulai ketika Eby menjalankan kepemimpinan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Gorontalo. Berkat kepemimpinannya itu, pada Pemilu Legislatif 2004, DPD PAN Kota Gorontalo berhasil mengisi 3 kursi di DPRD Kota Gorontalo mewakili 3 daerah pemilihan, dan Eby sendiri terpilih sebagai Ketua Komisi C.
Selanjutnya, masih dibawah kepemimpinan Eby, pada Pemilu Legislatif 2009 bahkan berhasil membentuk fraksi penuh dengan merebut 4 kursi di DPRD Kota Gorontalo. Bukan cuma itu, PAN Kota Gorontalo juga berhasil menduduki salah satu kursi pimpinan DPRD Kota Gorontalo, karena PAN Kota Gorontalo merupakan partai politik pemenang kedua di Kota Gorontalo.
Belum juga usai masa baktinya sebagai anggota DPRD Kota Gorontalo, tahun 2008 Eby terpilih sebagai Wakil Walikota Gorontalo. Dari sini, Eby sebagai pegusa-ha muda yang handal ini pun berusaha mengubah pola pikir para birokrat menjadi eksekutif yang berjiwa entrepreneur. Artinya, Eby berkeinginan mengubah cara pandang birokrat dari cara berpikir yang hanya menunggu diperintah, menghabiskan anggaran yang ada, dan melaksanakan program yang kurang tepat sasaran, menjadi cara berpikir yang lebih efisien dan efektif.
Intinya, Eby bercita-cita mengubah paradigma di dunia birokrat yang dinilai kurang berpihak kepada kepentingan masyarakat menjadi pelaku pembangunan yang seluruhnya pro terhadap kesejahteraan rakyat. Dan jika cita-cita ini bisa diterapkan, maka diyakini akan mampu menciptakan masyarakat Kota Gorontalo yang mandiri dalam kesejahteraan, dan sejahtera dalam kemandirian.
Namun, dalam upaya perjalanannya menuju cita-cita luhur tersebut, Eby harus berhadapan dengan banyak kendala. Artinya, apa yang diinginkannya tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Sehingga, Eby pun menanamkan cita-cita tersebut sebagai sebuah haraPAN yang harus segera diwujudkan apabila rakyat Kota Gorontalo menghendaki dan merestui Eby menjadi Walikota Gorontalo periode 2012-2018.
ANTARA PEJABAT NEGARA, KETUA PARTAI dan KEPALA RUMAH TANGGA
Di samping menjabat sebagai Wakil Walikota Gorontalo, Eby juga mendapat amanah untuk memimpin partai sebagai ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo. Hal ini tentu saja boleh dikata merupakan prestasi yang luar biasa di dunia politik. Karena semua itu sudah pasti tidak diperoleh hanya secara instan atau diraih secara asal-asal saja, melainkan dengan susah payah penuh perjuangan yang tak mengenal menyerah demi terwujudnya sebuah haraPAN yang lebih baik.
Ada hal menarik dari Eby. Yakni meski dililit dengan kesibukan dari berbagai penjuru, namun Eby tetap mampu mem-bagi waktu dengan penuh tanggung jawab. Di kala menunaikan tugas sebagai pejabat negara (baik sejak sebagai anggota DPRD Kota Gorontalo hingga memangku jabatan sebagai Wakil Walikota Gorontalo), Eby mampu melepaskan atribut kepartaian dan keormasan yang melekat pada dirinya secara objektif.
Objektivitas tersebut ditunjukkan se-bagai bentuk sikap keikhlasan dan ketu-lusan yang sejak dulu telah tertanam pa-da diri Eby dalam membangun daerah dan memajukan masyarakat Gorontalo khususnya Kota Gorontalo. “Jika saya sedang dalam tugas sebagai pejabat negara, maka saya adalah milik rakyat, bu-kan milik sebuah golongan,” demikian prinsip yang dipegang oleh Eby.
Sebagai pimpinan parpol di tingkat provinsi, Eby juga senantiasa meluangkan waktunya untuk melakukan konsolidasi mulai dari lapisan simpatisan, hingga kepada jajaran pengurus dan kader PAN di seluruh Provinsi Gorontalo. Konsolidasi tersebut dilakukan Eby dalam bentuk pemberian motivasi agar terus berusaha bekerja keras dan cerdas, serta mengajak untuk tetap mengedePANkan urusan umat banyak demi terwujudnya haraPAN sebagaimana yang dicita-citakan, yakni keadilan dan kemakmuran masyarakat.
Di samping dengan kesibukannya mengurus pemerintahan dan partai yang begitu padat, Eby juga tak lupa dengan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala rumah tangga di hadapan istri dan anak-anaknya dengan senantiasa meluangkan waktu untuk berkumpul, meski itu hanyalah sejenak.
“Bagi saya bukan kuantitas bertemu dengan keluarga yang dicari, melainkan kualitas waktu bersama keluarga adalah yang paling utama,” demikian Eby menegaskan tentang pengelolaan dan pemanfaatan waktu yang tersedia bagi dirinya. Dan sebagai bukti cinta kepada keluarganya, Eby di sela-sela waktu senantiasa dimanfaatkannya untuk tamasya bersa-ma keluarga, bahkan menunaikan ibadah Umroh bersama.
Sehingga intinya, Eby selalu ada waktu untuk mengurus dan berjuang mewujudkan harapan semua pihak serta mempersembahkan yang terbaik buat banyak orang. Yang kesemuanya itu bisa dilakukan Eby tanpa harus mengeluh sedikit pun. Bahkan Eby sangat bersyukur bisa mengabdikan diri dan hidupnya buat kepentingan umat banyak.(*)
----------------- Curriculum Vitae------------------
----------------- Curriculum Vitae------------------
KELUARGA :
Nama Istri:
Nama Istri:
Hj. Lola Mayulu Yunus
Nama Anak :
(1). Richie F. Mayulu; (2). Safira P. Mayulu; (3). Saskia F. Mayulu;
(4).Shelsya V. Mayulu; (5). Rezkiyanto Mayulu
Saudara Kandung:
Saudara Kandung:
(1). Ir. Hj. Ketty P. Mayulu; (2). Hj. Yanti Mayulu
KARIER:
*Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo (2010-sekarang)
*Wakil Walikota Gorontalo (2008-sekarang)
*Ketua PMI Kota Gorontalo (2008-sekarang)
*Ketua KPA (AIDS) -- (2008-sekarang)
*Ketua Komisi C DPRD Kota Gorontalo (2005-2008)
*Ketua Aspanji Kota Gorontalo (2005-2008)
*Ketua Gapensi Kota Gorontalo (2005-2008)
*Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Gorontalo (2004-2008)
*Ketua DPD PAN Kota Gorontalo (2003-2010)
KARIER:
*Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo (2010-sekarang)
*Wakil Walikota Gorontalo (2008-sekarang)
*Ketua PMI Kota Gorontalo (2008-sekarang)
*Ketua KPA (AIDS) -- (2008-sekarang)
*Ketua Komisi C DPRD Kota Gorontalo (2005-2008)
*Ketua Aspanji Kota Gorontalo (2005-2008)
*Ketua Gapensi Kota Gorontalo (2005-2008)
*Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Gorontalo (2004-2008)
*Ketua DPD PAN Kota Gorontalo (2003-2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar