Pemimpin Berpihak Kepada Rakyat?
BUKAN PILIHAN, TAPI KEWAJIBAN!
Gorontalo, (harapanrakyat):
PEMIMPIN yang sangat dirindui dan didambakan oleh masyarakat di zaman yang serba susah seperti saat ini adalah pemimpin yang memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap umat yang dipim-pinnya. Bukan pemimpin yang mengu-tamakan kepentingan pribadi atau kelompoknya saja.
Pemimpin memang merupakan penguasa, tetapi tidak harus berbuat menurut nafsu dan kehendak dirinya sendiri tanpa melibatkan dan memperdulikan pihak-pihak yang berada di sekelilingnya. Terutama dalam hal mengambil sebuah kebijakan.
Menurut Feriyanto Mayulu selaku Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo, seseorang tidak akan pernah lahir menjadi penguasa atau pemimpin jika tak ada kepedulian dan dukungan dari pihak-pihak lain, terutama sekali dalam hal ini adalah pihak yang disebut masyarakat.
Sehingga itu, menurut Eby (sapaan akrab Feriyanto Mayulu), pemimpin yang lahir dari kepedulian dan dukungan masyarakat, diminta atau tidak, tentulah patut dan wajib berpihak kepada pendukungnya, yakni rakyat.
Apalagi, katanya, menjadi pemimpin berarti siap untuk mengabdikan diri untuk kepentingan seluruh umat, bukan kepentingan golongan atau kelompok-kelompok tertentu. Oleh karena itu, pemimpin haruslah berpihak kepada rakyat. “Dan hal ini merupakan kewajiban, bukan sebuah pilihan. Menjadi pemimpin memang merupakan pilihan, tetapi menunaikan tugas keberpihakan kepada rakyat adalah merupakan kewajiban,” ujar Eby di beberapa kesempatan.
Sehingga itu, tegas Eby, tak ada pembenaran sedikit pun kepada pemimpin yang selalu ingin berseberagan dan berlawanan arah dengan pihak-pihak yang telah mendukungnya. “Pemimpin yang baik hendaknya menunaikan tugasnya sesegera mungkin dan setiap saat mengarahkan pola pikir, ucapan dan tindakannya secara berkesesuaian kepada hal-hal yang menjadi harapan masyarakat.>ams
PEMIMPIN yang sangat dirindui dan didambakan oleh masyarakat di zaman yang serba susah seperti saat ini adalah pemimpin yang memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap umat yang dipim-pinnya. Bukan pemimpin yang mengu-tamakan kepentingan pribadi atau kelompoknya saja.
Pemimpin memang merupakan penguasa, tetapi tidak harus berbuat menurut nafsu dan kehendak dirinya sendiri tanpa melibatkan dan memperdulikan pihak-pihak yang berada di sekelilingnya. Terutama dalam hal mengambil sebuah kebijakan.
Menurut Feriyanto Mayulu selaku Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo, seseorang tidak akan pernah lahir menjadi penguasa atau pemimpin jika tak ada kepedulian dan dukungan dari pihak-pihak lain, terutama sekali dalam hal ini adalah pihak yang disebut masyarakat.
Sehingga itu, menurut Eby (sapaan akrab Feriyanto Mayulu), pemimpin yang lahir dari kepedulian dan dukungan masyarakat, diminta atau tidak, tentulah patut dan wajib berpihak kepada pendukungnya, yakni rakyat.
Apalagi, katanya, menjadi pemimpin berarti siap untuk mengabdikan diri untuk kepentingan seluruh umat, bukan kepentingan golongan atau kelompok-kelompok tertentu. Oleh karena itu, pemimpin haruslah berpihak kepada rakyat. “Dan hal ini merupakan kewajiban, bukan sebuah pilihan. Menjadi pemimpin memang merupakan pilihan, tetapi menunaikan tugas keberpihakan kepada rakyat adalah merupakan kewajiban,” ujar Eby di beberapa kesempatan.
Sehingga itu, tegas Eby, tak ada pembenaran sedikit pun kepada pemimpin yang selalu ingin berseberagan dan berlawanan arah dengan pihak-pihak yang telah mendukungnya. “Pemimpin yang baik hendaknya menunaikan tugasnya sesegera mungkin dan setiap saat mengarahkan pola pikir, ucapan dan tindakannya secara berkesesuaian kepada hal-hal yang menjadi harapan masyarakat.>ams

Tidak ada komentar:
Posting Komentar