FERIYANTO MAYULU saat ini mendapat banyak aspirasi masyarakat dari seluruh lapisan untuk sege-ra maju bertarung dalam Pemi-lihan Walikota (Pilwako) Gorontalo 2013 mendatang.
Awalnya, EBY (begitu panggi-lan akrab Feriyanto Mayulu) enggan menanggapi aspirasi dan permintaan dari masya-rakat tersebut, namun setelah mendapat desakan dari dalam hati yang paling dalam, karena telah melihat dan menyaksikan sendiri, serta mengalami lang-sung kondisi yang tengah terjadi di Kota Gorontalo, mulai dari sistem pemerintahan, ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, hingga pada sis-tem pelaksanaan pembangunan Kota Gorontalo yang dinilai masih sangat memprihatinkan, maka EBY pun ber-tekad untuk siap bertarung demi mewu-judkan harapan banyak pihak, terutama harapan dan cita-cita rakyat Kota Gorontalo.
Seberapa besar kesiapan EBY dalam merebut kepemimpinan di Kota Goron-talo ini. Dan kondisi politik seperti apa yang mulai nampak? Berikut hasil bincang-bincang Majalah Harapan Rakyat (HR) dengan EBY, yang secara tegas namun santun dikemukakan oleh sang pengusaha muda yang sukses ini: --- muis--(red)
Awalnya, EBY (begitu panggi-lan akrab Feriyanto Mayulu) enggan menanggapi aspirasi dan permintaan dari masya-rakat tersebut, namun setelah mendapat desakan dari dalam hati yang paling dalam, karena telah melihat dan menyaksikan sendiri, serta mengalami lang-sung kondisi yang tengah terjadi di Kota Gorontalo, mulai dari sistem pemerintahan, ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, hingga pada sis-tem pelaksanaan pembangunan Kota Gorontalo yang dinilai masih sangat memprihatinkan, maka EBY pun ber-tekad untuk siap bertarung demi mewu-judkan harapan banyak pihak, terutama harapan dan cita-cita rakyat Kota Gorontalo.
Seberapa besar kesiapan EBY dalam merebut kepemimpinan di Kota Goron-talo ini. Dan kondisi politik seperti apa yang mulai nampak? Berikut hasil bincang-bincang Majalah Harapan Rakyat (HR) dengan EBY, yang secara tegas namun santun dikemukakan oleh sang pengusaha muda yang sukses ini: --- muis--(red)
HR: Hingga saat ini, desakan dan dukungan masyarakat semakin deras mengalir kepada Bapak untuk maju merebut posisi Walikota Gorontalo dalam Pilwako 2013. Sudah sejauh mana Bapak menyikapi aspirasi masyarakat tersebut?
EBY: Aspirasi dan suara masyarakat ini memang telah didengar dari awal oleh pengurus PAN (Partai Amanat Nasional) se-Kota Gorontalo. Lalu meminta kepada saya untuk mempertimbangkan dan merespon aspirasi tersebut. Awalnya, saya menilai aspirasi tersebut hanya sebatas wacana saja, jadi saya belum mau menanggapinya dengan serius. Namun setelah DPD PAN Kota Gorontalo menempuh mekanisme partai dengan melibatkan seluruh ketentuan yang berlaku di dalamnya, maka dari situ saya direkomendasi sekaligus ditetapkan sebagai calon Walikota 2013-2018. Sehingga sebagai Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo, saya pun menempatkan aspirasi tersebut sebagai sebuah kesepakatan partai sekaligus sebagai haraPAN Rakyat yang harus saya laksanakan dengan penuh percaya diri, bahwa kesepakatan partai itu akan saya wujudkan bersamaan dengan upaya mewujudkan harapan masyarakat Kota Gorontalo.
Konsekuensi dari semua itu, tidak hanya memerlukan semangat dan gairah yang tinggi saja, tetapi juga harus diikuti dengan perencanaan dan strategi yang matang, serta kesiapan cost-politik yang pasti tidak sedikit.
Dan sejak kemarin-kemarin dan hingga detik ini kami sudah menyatakan siap bertarung dalam pilwako Gorontalo 2013 mendatang dengan telah menyiapkan segala konsekuensi yang dibutuhkan dalam kesuk-sesan pelaksanaannya, baik secara spiritual maupun material. Semua itu telah kami siapkan dan sepakati demi mewujudkan dan mengede-pankan harapan masyarakat Kota Gorontalo.
HR: Bagaimana Bapak menjelaskan andai ada lawan politik atau mungkin orang awam yang memandang misalnya paling tidak kesiapan cost-politik (dana) boleh jadi salah satunya bisa Bapak gali dari pundi-pundi APBD, sebab saat ini Bapak kan masih berstatus Wakil Walikota?
EBY: Hahahaaa....dengan kondisi macam sekarang, penilaian seperti itu sangat keliru. Saat ini sebagian besar warga Kota Gorontalo sudah tahu, dan mungkin juga termasuk Anda telah mendapat informasi, tentang mengapa saya akhir-akhir ini lebih memilih berkantor di rumah pribadi. Kalau tidak ada masalah yang prinsipil, pastilah saya tetap masuk kantor. Tapi karena adanya suasana yang sudah tidak nyaman dan aman, kemudian diperparah dengan posisi saya sudah tak difungsikan lagi sebagaimana mestinya, maka lebih baik saya berkantor di rumah saja melayani serta tetap berusaha membantu meringankan keluhan masyarakat, meski harus mengeluarkan dana pribadi sekali pun saya tetap ikhlas menunaikan amanah sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat.
Nah, sekaitan dengan pertanyaan Anda dihubungkan dengan kondisi masalah dan status saya saat ini, maka apakah saya punya peluang atau berpotensi melakukan penye-lewengan jabatan untuk menggali anggaran dari pundi-pundi APBD? Kan tidak ada! Dan kalau pun ada peluang, insyaAllah saya bisa meng-hindarinya.
Apakah saya mesti bergantung dan mengharap anggaran dari APBD untuk membiayai karier politik saya? Saya merintis perjuangan di dunia politik ini sejak awal hingga saya terpilih jadi Wakil Walikota adalah Alhamdulillah pembiayaannya bukan berasal dari uang rakyat. Artinya, karena memang saya seorang pengusaha, maka wajar jika saya mampu membiayai karier politik saya, yang tidak lain karier politik ini ingin saya lalui semata demi mengabdi kepada rakyat dan untuk mempersembahkan yang terbaik buat kemajuan Kota Gorontalo.
HR: Dalam kesiapan lain, apakah ada kekuatiran yang Bapak rasakan sebagai sebuah kendala dalam menghadapi Pilwako 2013 nanti?
EBY: Saya kira tidak ada lagi yang mesti dikuatirkan, karena semuanya sudah jelas, dan insyaAllah bisa berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan, yakni saya satu-satunya yang diberi rekomendasi untuk maju menjadi Calon Walikota 2013 oleh seluruh kader PAN seKota Gorontalo yang jumlahnya berkisar 6 ribu anggota, itu belum termasuk keluarga mereka, suami atau istri dan anak-anak, serta saudara-saudara berikut kerabat mereka.
Selain kader PAN se-Kota Gorontalo, juga ada aspirasi dari masyarakat simpatisan dan relawan yang secara kolektif tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Gorontalo.
Mengenai kendala-kendala, kalau pun ada, insya-Allah dan optimis bisa kita atasi bersama. Apalagi se-jauh ini perencanaan kerja dan strateginya sudah diformat dan didesain agar dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.
HR: Lalu bagaimana sikap PAN dalam mencari calon Wakil Walikota (Cawawali) yang akan mendampingi Bapak nanti dalam pertarungan di pilwako?
EBY: Iya, sejauh ini, meski pun PAN sudah memenuhi syarat ketentuan untuk bisa mengusung satu paket, namun kami tetap terbuka kepada partai lain untuk menjalin koalisi. Apabila dari partai lain memiliki kader terbaik yang akan dimajukan sebagai cawawali berpasangan dengan PAN, maka pihak kami tentunya secara organisasi akan melakukan pembahasan dan pertimbangan strategis dengan tanpa mengabaikan suara dan kehendak rakyat. Artinya, pasangan yang akan diusung oleh PAN bersama dengan partai koalisi nantinya juga tetap sesuai dengan aspirasi dari rakyat.
HR: Terakhir. Bagaimana jika kemudian ternyata sebagian besar rakyat hanya menghendaki Bapak berpasangan dengan salah satu kader PAN sendiri?
EBY: Kalau memang itu adalah kehendak rakyat yang kemudian ditetapkan oleh partai (PAN), maka tentu kita harus tunduk terhadap as-pirasi rakyat yang telah diputuskan oleh partai. Yang jelas jika itu sudah kehendak rakyat, maka kami sudah siap bertarung demi sebuah haraPAN, yakni perubahan dan kemajuan di Kota Gorontalo 2013-2018.(*)
EBY: Aspirasi dan suara masyarakat ini memang telah didengar dari awal oleh pengurus PAN (Partai Amanat Nasional) se-Kota Gorontalo. Lalu meminta kepada saya untuk mempertimbangkan dan merespon aspirasi tersebut. Awalnya, saya menilai aspirasi tersebut hanya sebatas wacana saja, jadi saya belum mau menanggapinya dengan serius. Namun setelah DPD PAN Kota Gorontalo menempuh mekanisme partai dengan melibatkan seluruh ketentuan yang berlaku di dalamnya, maka dari situ saya direkomendasi sekaligus ditetapkan sebagai calon Walikota 2013-2018. Sehingga sebagai Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo, saya pun menempatkan aspirasi tersebut sebagai sebuah kesepakatan partai sekaligus sebagai haraPAN Rakyat yang harus saya laksanakan dengan penuh percaya diri, bahwa kesepakatan partai itu akan saya wujudkan bersamaan dengan upaya mewujudkan harapan masyarakat Kota Gorontalo.
Konsekuensi dari semua itu, tidak hanya memerlukan semangat dan gairah yang tinggi saja, tetapi juga harus diikuti dengan perencanaan dan strategi yang matang, serta kesiapan cost-politik yang pasti tidak sedikit.
Dan sejak kemarin-kemarin dan hingga detik ini kami sudah menyatakan siap bertarung dalam pilwako Gorontalo 2013 mendatang dengan telah menyiapkan segala konsekuensi yang dibutuhkan dalam kesuk-sesan pelaksanaannya, baik secara spiritual maupun material. Semua itu telah kami siapkan dan sepakati demi mewujudkan dan mengede-pankan harapan masyarakat Kota Gorontalo.
HR: Bagaimana Bapak menjelaskan andai ada lawan politik atau mungkin orang awam yang memandang misalnya paling tidak kesiapan cost-politik (dana) boleh jadi salah satunya bisa Bapak gali dari pundi-pundi APBD, sebab saat ini Bapak kan masih berstatus Wakil Walikota?
EBY: Hahahaaa....dengan kondisi macam sekarang, penilaian seperti itu sangat keliru. Saat ini sebagian besar warga Kota Gorontalo sudah tahu, dan mungkin juga termasuk Anda telah mendapat informasi, tentang mengapa saya akhir-akhir ini lebih memilih berkantor di rumah pribadi. Kalau tidak ada masalah yang prinsipil, pastilah saya tetap masuk kantor. Tapi karena adanya suasana yang sudah tidak nyaman dan aman, kemudian diperparah dengan posisi saya sudah tak difungsikan lagi sebagaimana mestinya, maka lebih baik saya berkantor di rumah saja melayani serta tetap berusaha membantu meringankan keluhan masyarakat, meski harus mengeluarkan dana pribadi sekali pun saya tetap ikhlas menunaikan amanah sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat.
Nah, sekaitan dengan pertanyaan Anda dihubungkan dengan kondisi masalah dan status saya saat ini, maka apakah saya punya peluang atau berpotensi melakukan penye-lewengan jabatan untuk menggali anggaran dari pundi-pundi APBD? Kan tidak ada! Dan kalau pun ada peluang, insyaAllah saya bisa meng-hindarinya.
Apakah saya mesti bergantung dan mengharap anggaran dari APBD untuk membiayai karier politik saya? Saya merintis perjuangan di dunia politik ini sejak awal hingga saya terpilih jadi Wakil Walikota adalah Alhamdulillah pembiayaannya bukan berasal dari uang rakyat. Artinya, karena memang saya seorang pengusaha, maka wajar jika saya mampu membiayai karier politik saya, yang tidak lain karier politik ini ingin saya lalui semata demi mengabdi kepada rakyat dan untuk mempersembahkan yang terbaik buat kemajuan Kota Gorontalo.
HR: Dalam kesiapan lain, apakah ada kekuatiran yang Bapak rasakan sebagai sebuah kendala dalam menghadapi Pilwako 2013 nanti?
EBY: Saya kira tidak ada lagi yang mesti dikuatirkan, karena semuanya sudah jelas, dan insyaAllah bisa berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan, yakni saya satu-satunya yang diberi rekomendasi untuk maju menjadi Calon Walikota 2013 oleh seluruh kader PAN seKota Gorontalo yang jumlahnya berkisar 6 ribu anggota, itu belum termasuk keluarga mereka, suami atau istri dan anak-anak, serta saudara-saudara berikut kerabat mereka.
Selain kader PAN se-Kota Gorontalo, juga ada aspirasi dari masyarakat simpatisan dan relawan yang secara kolektif tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Gorontalo.
Mengenai kendala-kendala, kalau pun ada, insya-Allah dan optimis bisa kita atasi bersama. Apalagi se-jauh ini perencanaan kerja dan strateginya sudah diformat dan didesain agar dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.
HR: Lalu bagaimana sikap PAN dalam mencari calon Wakil Walikota (Cawawali) yang akan mendampingi Bapak nanti dalam pertarungan di pilwako?
EBY: Iya, sejauh ini, meski pun PAN sudah memenuhi syarat ketentuan untuk bisa mengusung satu paket, namun kami tetap terbuka kepada partai lain untuk menjalin koalisi. Apabila dari partai lain memiliki kader terbaik yang akan dimajukan sebagai cawawali berpasangan dengan PAN, maka pihak kami tentunya secara organisasi akan melakukan pembahasan dan pertimbangan strategis dengan tanpa mengabaikan suara dan kehendak rakyat. Artinya, pasangan yang akan diusung oleh PAN bersama dengan partai koalisi nantinya juga tetap sesuai dengan aspirasi dari rakyat.
HR: Terakhir. Bagaimana jika kemudian ternyata sebagian besar rakyat hanya menghendaki Bapak berpasangan dengan salah satu kader PAN sendiri?
EBY: Kalau memang itu adalah kehendak rakyat yang kemudian ditetapkan oleh partai (PAN), maka tentu kita harus tunduk terhadap as-pirasi rakyat yang telah diputuskan oleh partai. Yang jelas jika itu sudah kehendak rakyat, maka kami sudah siap bertarung demi sebuah haraPAN, yakni perubahan dan kemajuan di Kota Gorontalo 2013-2018.(*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar