Pimpinan Umum/Pemimpin Redaksi: Abdul Muis Syam; Pimpinan Perusahaan: Indrawati Sunge; Sekretaris Perusahaan: Carlos Hadju; Koordinator Liputan: Anton Busura

Sabtu, 25 Agustus 2012

EDITORIAL E2

SKETSA PERILAKU POLITIK
FERIYANTO MAYULU

 
TARIAN dan nyanyian politik saat ini telah mulai terlihat dan terdengar di mana-mana sebagai tanda telah dekatnya Pemilihan Walikota (Pilwako) Gorontalo untuk periode 2013-2018.
 
Gerakan dan iramanya, ada yang lembut serta merdu menyejukkan hati, namun ada pula yang kasar dan sumbang menyakitkan telinga. Dan masyarakat pun tentu tahu, mana yang kasar serta mana yang lembut dari tarian dan nyanyian politik yang dimainkan saat ini.
 
Bagaimana tidak, para pemainnya te-lah banyak memperlihatkan perbedaan yang menonjol satu sama lain, bahkan tak jarang beberapa pemain lainnya memainkan pola permainan ‘menyerang’ dengan maksud menjatuhkan  pemain lainnya.
 
Sehingga itu secara terang benderang, masyarakat di ‘zona netral’ pun telah mampu menilai pemain mana yang memiliki karakter dan perilaku politik yang dapat menguntungkan bagi banyak orang, dan pemain mana yang hanya menguntungkan kelompok tertentu saja.
 
Dari pengamatan secara langsung di lapangan terhadap kondisi jelang Pilwako 2013, dan tanpa bermaksud mengeyampingkan bakal calon walikota lainnya, menunjukkan bahwa, masyarakat Kota Gorontalo sebagian besar nampaknya kini lebih cenderung akan memilih sosok H. Feriyanto Mayulu, S.Ikom, MH untuk segera menjadi Walikota Gorontalo pada Pilwako Gorontalo 2013 mendatang.
 
Bagaimana tidak, sosok Feriyanto Ma-yulu dinilai adalah merupakan figur yang selama ini sangat jelas lebih mengedePANkan kepentingan masyarakat di atas segala-galanya dibanding dengan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu saja.
 
Hal tersebut, menurut sebagian besar masyarakat, bisa dibuktikan dengan sikap dan pendirian Feriyanto Mayulu yang mes-ki telah “dikucilkan” di kantor, namun Feriyanto Mayulu malah tetap eksis beraktivitas menunaikan amanat dan tanggung-jawabnya sebagai Wakil Walikota dengan menjadikan rumah pribadinya sebagai kantor guna melayani masyarakatnya yang datang berbondong-bondong dari berbagai penjuru Kota Gorontalo.
 
Fenomena ini sekaligus membuktikan bahwa ternyata sosok Feriyanto memiliki perilaku politik “bertahan” alias sabar dan tegar dengan coba menghindari segala hal yang dinilainya sebagai belenggu arus kekuasaan.
 
Masyarakat Kota Gorontalo bahkan menerjemahkan perilaku politik Feriyanto Mayulu yang tak lagi berkantor di kantor Walikota itu adalah sebagai bentuk “protes” karena terinformasi telah adanya keterbatasan ruang gerak yang berlebihan dalam menunaikan tugas sebagai Wakil Walikota. Padahal, sebelum terpilih, tentu ada komitmen politik yang telah terbangun, namun setelah berjalan, hal itu tak ditemui. Akibatnya pecah kongsi pun tak bisa dihindari.
 
Terlepas siapa yang salah dan siapa yang benar, serta siapa yang membelenggu dan siapa yang dibelenggu, yang jelas masyarakat menilai pecah kongsi yang terjadi saat ini di tubuh pemerintahan “Damay” itu nampaknya tak lagi dapat ditemui kedamaian di dalamnya.
 
Tentunya, hal ini pula yang dirasakan oleh Feriyanto, sehingga harus mengambil sikap politik “anak panah dalam busur” yang digerakkan oleh kekuatan sendiri, yakni dengan mundur selangkah untuk berlari ke depan guna menerobos kekakuan dan mencairkan kebekuan politik dengan tetap memperlihatkan perilaku yang pro-rakyat tanpa harus bergantung pada anggaran pemerintah.
 
Sikap politik Feriyanto ini pun dinilai oleh masyarakat sebagai bentuk kualitas kemampuan kemandirian yang dimiliki Feriyanto sebagai sosok pengusaha muda yang telah maPAN, baik dalam bidang ekonomi mau pun dalam dunia politik dan pemerintahan. Sehingga diyakini, apabila Feriyanto berhasil terpilih sebagai Walikota Gorontalo periode 2013-2018, maka benar-benar akan mampu mewujudkan haraPAN rakyat Kota Gorontalo. Kita tunggu!!!

Komentar Masyarakat Kota 4 (E2)

MASYARAKAT KOTA GORONTALO HARAPKAN PEMIMPIN YANG “VERY-GOOD”

Berikut ini adalah sejumlah masyarakat Kota Gorontalo yang memberi dukungan melalui komentar langsung terhadap H. Feriyanto Mayulu, S.IKom, MH yang biasa disapa Eby ini sebagai sosok yang “Very-good” untuk menjadi Walikota Gorontalo periode 2013-2018:


Komentar Masyarakat Kota 3 (E2)

MASYARAKAT KOTA GORONTALO HARAPKAN PEMIMPIN YANG “VERY-GOOD”

Berikut ini adalah sejumlah masyarakat Kota Gorontalo yang memberi dukungan melalui komentar langsung terhadap H. Feriyanto Mayulu, S.IKom, MH yang biasa disapa Eby ini sebagai sosok yang “Very-good” untuk menjadi Walikota Gorontalo periode 2013-2018:


Komentar Masyarakat Kota 2 (E2)

MASYARAKAT KOTA GORONTALO HARAPKAN PEMIMPIN YANG “VERY-GOOD”

Berikut ini adalah sejumlah masyarakat Kota Gorontalo yang memberi dukungan melalui komentar langsung terhadap H. Feriyanto Mayulu, S.IKom, MH yang biasa disapa Eby ini sebagai sosok yang “Very-good” untuk menjadi Walikota Gorontalo periode 2013-2018:


Komentar Masyarakat Kota 1 (E2)

MASYARAKAT KOTA GORONTALO HARAPKAN PEMIMPIN YANG “VERY-GOOD”

Berikut ini adalah sejumlah masyarakat Kota Gorontalo yang memberi dukungan melalui komentar langsung terhadap H. Feriyanto Mayulu, S.IKom, MH yang biasa disapa Eby ini sebagai sosok yang “Very-good” untuk menjadi Walikota Gorontalo periode 2013-2018:


Komentar Masyarakat Kota (E2)

MASYARAKAT KOTA GORONTALO HARAPKAN PEMIMPIN YANG “VERY-GOOD”

Berikut ini adalah sejumlah masyarakat Kota Gorontalo yang memberi dukungan melalui komentar langsung terhadap H. Feriyanto Mayulu, S.IKom, MH yang biasa disapa Eby ini sebagai sosok yang “Very-good” untuk menjadi Walikota Gorontalo periode 2013-2018:


Nenek Pendukung FM

"KAMI SEKELUARGA SIAP MEMENANGKAN PAK FERIYANTO"
 
Gorontalo, (HarapanRakyat):
SETELAH turut berjuang memenangkan pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Gorontalo pada periode 2012-2017, Hj. Mimih Djalil mengaku pada Pemilihan Walikota (Pilwako) Gorontalo menyatakan dengan tegas kesiapannya berjuang hingga tetesan keringat terakhir untuk memenangkan H. Feriyanto Mayulu, S.Ikom, MH sebagai Walikota Gorontalo periode 2013-2018.
 
“Kami sekeluarga, mulai dari suami, anak-anak kandung dan menantu, cucu-cucu, keponakan, saudara-saudara, tante-tante, om-om, dan kerabat keluarga lainnya siap berjuang untuk memenangkan  Feriyanto sebagai Walikota Gorontalo pada Pilwako tahun 2013,” tegas Hj. Mimih Djalil di teras halaman kediamannya, di wilayah Leato Utara.
 
Saat diwawancarai, nenek berumur 65 tahun yang telah memiliki cicit ini sesekali beranjak dari kursi dengan suara lantang dan tangan yang menari-nari bagai seorang orator di atas panggung kampanye, menegaskan betapa pantasnya mendukung sosok Feriyanto.
 
“Bukan karena Pak Feri banyak uang, atau bukan karena kami punya mau dan maksud apa-apa sama Pak Feri. Sekali lagi bukan karena itu semua. Tetapi kami semua sekeluarga memang dari hati yang paling dalam ikhlas mendukung Pak Feri untuk jadi Walikota Gorontalo,” lontar Hj. Mimih disaksikan oleh beberapa anak, keponakan, cucu beserta sejumlah tetangga.
 
Menurut Hj. Mimih, keyakinan untuk mendukung Pak Feri sudah bulat dan teguh. “Kami tak bisa membohongi suara hati bahwa Pak Feri adalah sosok yang sangat baik untuk dijadikan pemimpin di Kota Gorontalo ini,” tutur Hj. Mimih bersemangat.
 
Sementara itu, Minto Djalil (putra Hj Mimih) juga menegaskan, karakter dan sifat yang dimiliki Pak Feri itu sangat layak untuk didukung. “Bagi kami sampai saat ini tak ada figur yang menyamai karakter dan sifat yang melekat pada diri Pak Feri. Beliau orangnya lembut, sopan-santun, sederhana, disiplin dan punya komitmen yang jelas,” ujar Minto yang mengaku mobil dan salon kecantikan miliknya telah dipenuhi dengan stiker dan atribut Feriyanto Mayulu.
 
Minto juga bercerita, bahwa sejak kecil Feriyanto memang senang membantu orang sehingga banyak disenangi oleh kawan. “Pak Feri sejak kecil memang pendiam orangnya, suka membantu teman-teman, pembawaannya amat sederhana, padahal beliau termasuk orang kaya,” kenang Minto semasa sekolah bersama Feriyanto di SDN 9 Gorontalo (sekarang SDN 46).>ton/ams

Kami Siap Bertarung Demi Mewujudkan Harapan Rakyat



FERIYANTO MAYULU saat ini mendapat banyak aspirasi masyarakat dari seluruh lapisan untuk sege-ra maju bertarung dalam Pemi-lihan Walikota (Pilwako) Gorontalo 2013 mendatang.
Awalnya, EBY (begitu panggi-lan akrab Feriyanto Mayulu) enggan menanggapi aspirasi dan permintaan dari masya-rakat tersebut, namun setelah mendapat desakan dari dalam hati yang paling dalam, karena telah melihat dan menyaksikan sendiri, serta mengalami lang-sung kondisi yang tengah terjadi di Kota Gorontalo, mulai dari sistem pemerintahan, ekonomi, sosial dan  kemasyarakatan, hingga pada sis-tem pelaksanaan pembangunan Kota Gorontalo yang dinilai masih sangat memprihatinkan, maka EBY pun ber-tekad untuk siap bertarung demi mewu-judkan harapan banyak pihak, terutama harapan dan cita-cita rakyat Kota Gorontalo.
Seberapa besar kesiapan EBY dalam merebut kepemimpinan di Kota Goron-talo ini. Dan kondisi politik seperti apa yang mulai nampak? Berikut hasil bincang-bincang Majalah Harapan Rakyat (HR) dengan EBY, yang secara tegas namun santun dikemukakan oleh sang pengusaha muda yang sukses ini: --- muis
--(red)

HR: Hingga saat ini, desakan dan dukungan masyarakat semakin deras mengalir kepada Bapak untuk maju merebut posisi Walikota Gorontalo dalam Pilwako 2013. Sudah sejauh mana Bapak menyikapi aspirasi masyarakat tersebut?

EBY: Aspirasi dan suara masyarakat ini memang telah didengar dari awal oleh pengurus PAN (Partai Amanat Nasional) se-Kota Gorontalo. Lalu meminta kepada saya untuk mempertimbangkan dan merespon aspirasi tersebut. Awalnya, saya menilai aspirasi tersebut hanya sebatas wacana saja, jadi saya belum mau menanggapinya dengan serius. Namun setelah DPD PAN Kota Gorontalo menempuh mekanisme partai dengan melibatkan seluruh ketentuan yang berlaku di dalamnya, maka dari situ saya direkomendasi sekaligus ditetapkan sebagai calon Walikota 2013-2018. Sehingga sebagai Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo, saya pun menempatkan aspirasi tersebut sebagai sebuah kesepakatan partai sekaligus sebagai haraPAN Rakyat yang harus saya laksanakan dengan penuh percaya diri, bahwa kesepakatan partai itu akan saya wujudkan bersamaan dengan upaya mewujudkan harapan masyarakat Kota Gorontalo.
Konsekuensi dari semua itu, tidak hanya memerlukan semangat dan gairah yang tinggi saja, tetapi juga harus diikuti dengan perencanaan dan strategi yang matang, serta kesiapan cost-politik yang pasti tidak sedikit.
Dan sejak kemarin-kemarin dan hingga detik ini kami sudah menyatakan siap bertarung dalam pilwako Gorontalo 2013 mendatang dengan telah menyiapkan segala konsekuensi yang dibutuhkan dalam kesuk-sesan pelaksanaannya, baik secara spiritual maupun material. Semua itu telah kami siapkan dan sepakati demi mewujudkan dan mengede-pankan harapan masyarakat Kota Gorontalo.


HR: Bagaimana Bapak menjelaskan andai ada lawan politik atau mungkin orang awam yang memandang misalnya paling tidak kesiapan cost-politik (dana) boleh jadi salah satunya bisa Bapak gali dari pundi-pundi APBD, sebab saat ini Bapak kan masih berstatus Wakil Walikota?

EBY: Hahahaaa....dengan kondisi macam sekarang, penilaian seperti itu sangat keliru. Saat ini sebagian besar warga Kota Gorontalo sudah tahu, dan mungkin juga termasuk Anda telah mendapat informasi, tentang mengapa saya akhir-akhir ini lebih memilih berkantor di rumah pribadi. Kalau tidak ada masalah yang prinsipil, pastilah saya tetap masuk kantor. Tapi karena adanya suasana yang sudah tidak nyaman dan aman, kemudian diperparah dengan posisi saya sudah tak difungsikan lagi sebagaimana mestinya, maka lebih baik saya berkantor di rumah saja melayani serta tetap berusaha membantu meringankan keluhan masyarakat, meski harus mengeluarkan dana pribadi sekali pun saya tetap ikhlas menunaikan amanah sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat.
Nah, sekaitan dengan pertanyaan Anda dihubungkan dengan kondisi masalah dan status saya saat ini,  maka apakah saya punya peluang atau berpotensi melakukan penye-lewengan jabatan untuk menggali anggaran dari pundi-pundi APBD? Kan tidak ada! Dan kalau pun ada peluang, insyaAllah saya bisa meng-hindarinya.
Apakah saya mesti bergantung dan mengharap anggaran dari APBD untuk membiayai karier politik saya? Saya merintis perjuangan di dunia politik ini sejak awal hingga saya terpilih jadi Wakil Walikota adalah Alhamdulillah pembiayaannya bukan berasal dari uang rakyat. Artinya, karena memang saya seorang pengusaha, maka wajar jika saya mampu membiayai karier politik saya, yang tidak lain karier politik ini ingin saya lalui semata demi mengabdi kepada rakyat dan untuk mempersembahkan yang terbaik buat kemajuan Kota Gorontalo.


HR: Dalam kesiapan lain, apakah ada kekuatiran yang Bapak rasakan sebagai sebuah kendala dalam menghadapi Pilwako 2013 nanti?

EBY: Saya kira tidak ada lagi yang mesti dikuatirkan, karena semuanya sudah jelas, dan insyaAllah bisa berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan, yakni saya satu-satunya yang diberi rekomendasi untuk maju menjadi Calon Walikota 2013 oleh seluruh kader PAN seKota Gorontalo yang jumlahnya berkisar 6 ribu anggota, itu belum termasuk keluarga mereka, suami atau istri dan anak-anak, serta saudara-saudara berikut kerabat mereka.
Selain kader PAN se-Kota Gorontalo, juga ada aspirasi dari masyarakat simpatisan dan relawan yang secara kolektif tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Gorontalo.
Mengenai kendala-kendala, kalau pun ada, insya-Allah dan optimis bisa kita atasi bersama. Apalagi se-jauh ini perencanaan kerja dan strateginya sudah diformat dan didesain agar dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.


HR: Lalu bagaimana sikap PAN dalam mencari calon Wakil Walikota (Cawawali) yang akan mendampingi Bapak nanti dalam pertarungan di pilwako?

EBY: Iya, sejauh ini, meski pun PAN sudah memenuhi syarat ketentuan untuk bisa mengusung satu paket, namun kami tetap terbuka kepada partai lain untuk menjalin koalisi. Apabila dari partai lain memiliki kader terbaik yang akan dimajukan sebagai cawawali berpasangan dengan PAN, maka pihak kami tentunya secara organisasi akan melakukan pembahasan dan pertimbangan strategis dengan tanpa mengabaikan suara dan kehendak rakyat. Artinya, pasangan yang akan diusung oleh PAN bersama dengan partai koalisi nantinya juga tetap sesuai dengan aspirasi dari rakyat.

HR: Terakhir. Bagaimana jika kemudian ternyata sebagian besar rakyat hanya menghendaki Bapak berpasangan dengan salah satu kader PAN sendiri?

EBY: Kalau memang itu adalah kehendak rakyat yang kemudian ditetapkan oleh partai (PAN), maka tentu kita harus tunduk terhadap as-pirasi rakyat yang telah diputuskan oleh partai. Yang jelas jika itu sudah kehendak rakyat, maka kami sudah siap bertarung demi sebuah haraPAN, yakni perubahan dan kemajuan di Kota Gorontalo 2013-2018.(*)

Hj. Lola Senantiasa Mendukung Suami

PELITA pengabdian terhadap rakyat benar-benar harus terus bersinar dalam keluarga H. Feriyanto Mayulu, S.Ikom, MH setiap saat tanpa harus mengenal rasa lelah, apalagi untuk menyerah.
 
Bagaimana tidak, selain sebagai Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo dan selaku Wakil Walikota Gorontalo, H. Feriyanto Mayulu juga memiliki istri (Hj. Lola Mayulu Yunus) yang saat ini aktif sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo.
 
Sehingga tak bisa dibayangkan, betapa besar dan padatnya kesibukan yang harus dihadapi oleh keluarga H. Feriyanto Mayulu ini. Karena tentulah, setiap harinya harus selalu siap berhadapan dan melayani masyarakat yang datang dari segala penjuru daerah dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda namun tetap pada satu harapan, yakni berharap mendapat solusi dari apa yang tengah dialami.
 
“Sehingga itu, saya bersama Bapak (Feriyanto Mayulu) harus selalu saling mendukung dan tetap sepenuh hati ikhlas berjuang demi mewujudkan harapan umat banyak,” ujar Hj. Lola Mayulu Yunus.
 
Sebab, kata Hj. Lola, kesibukan yang melilit setiap saat jika tanpa adanya upaya yang saling mendukung satu sama lain, maka masalah kecil saja tentu akan sulit terpecahkan.
 
Olehnya itu, kata Hj. Lola, dirinya bersama suami (Feriyanto Mayulu) senantiasa saling memberi dukungan dan motivasi dalam menjalankan tugas masing-masing. Sehingganya, keterbukaan menjadi kata kunci untuk senantiasa dikomunikasikan.
 
Selanjutnya, menurut Hj. Lola, rasa saling percaya akan muncul dengan sendirinya yang diikuti dengan saling memberi motivasi jika telah berhasil melakukan komunikasi secara terbuka, yang pada akhirnya tentulah akan melahirkan berbagai solusi yang bisa ditempuh terhadap apa yang sedang dihadapi.
 
“Bapak selalu ada waktu melakukan komunikasi ke saya. Dan saya pun selalu memberi motivasi ke Bapak. Dan begitu pula sebaliknya, Bapak selalu mendukung langkah saya jika itu untuk kepentingan banyak pihak,” tutur Hj. Lola.
 
Ibu lima anak ini juga menggambarkan, kesibukan yang padat dan urusan ini dan itu yang datang bertubi-tubi sudah menjadi ‘sarapan dan santapan’ setiap hari. “Sehingga kami sudah terbiasa menikmati kondisi seperti ini, dan Alhamdulillah dengan penuh rasa keikhlasan bisa kami lalui. Sebab, tanpa diikuti keikhlasan, maka setiap masalah dan urusan pastilah akan berantakan,” jelas Hj. Lola.
 
Ditambahkannya, Feriyanto adalah sosok suami dan ayah serta imam yang selalu tenang menghadapi masalah. “Tak ada kerutan ambisi di raut wajah Bapak, yang ada pada beliau hanyalah keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat. Dan kami semua selalu mendukung dan mendoakan keinginan tersebut,”katanya.(ams)

Perspektif Ketua DPD PAN Kota Gorontalo



DALAM menghadapi dua momentum politik yang merupakan pesta demokrasi bagi rakyat Kota Gorontalo, yaitu Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) pada tahun 2013 serta Pemilu Legislatif (Pileg) berikut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 nanti, maka semua partai politik akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memanfaatkan momen tersebut dengan maksimal dan seoptimal mungkin menggunakan potensi dan energi politik yang dimiliki oleh masing-masing partai politik serta figur-figur yang akan tampil dalam pertarungan politik yang dilangsungkan sekali dalam lima tahun tersebut.
 
Saya sebagai Ketua DPD PAN Kota Gorontalo berharap, bahwa kedua momentum tersebut tidak hanya dijadikan sebagai ajang pertarungan politik secara fisikal saja (adu kekuatan penampilan secara fisik), tapi sekaligus harus dapat dijadikan sebagai ajang pertarungan ide, gagasan, konsep, dan strategi untuk pembangunan Kota Gorontalo lebih baik, maju, sejahtera dan mandiri.
 
Dalam pengertian lain, yakni setiap partai politik dan figur yang akan ikut dalam hajatan demokrasi tersebut harus mampu memenangkan hati rakyat, baik Pilwako maupun Pileg dan Pilpres. Begitu pun dengan PAN sebagai partai politik besar di Kota Gorontalo, tentunya sangat yakin untuk tampil lebih cantik, cerdas, bermutu dan elegan dalam memainkan irama politik khususnya menghadapi pertarungan menuju kursi DM 1 A Kota Gorontalo yang suhu politiknya kini kian memanas.
 
Dengan melihat potensi Partai Amanat Nasional (PAN) se-Provinsi Gorontalo mulai dari tingkat DPW, DPD, DPC, Ranting (kelurahan) hingga ke tingkat rayon (lingkungan, RT/RW), maka khusus PAN se-Kota Gorontalo sangat siap bersama rakyat merebut kemenangan dalam Pilwako 2013, Pileg dan Pilpres 2014.  Saya yakin, PAN semakin kuat dan sangat terterima di hati sebagian besar masyarakat Kota Gorontalo.
 
Tentunya keyakinan ini amat beralasan, sebab kekuatan dan instrumen politik yang dimiliki PAN saat ini telah nampak lebih memadai. Sehingga PAN juga amat optimis mampu menjadi lokomotif demokrasi dan perubahan yang lebih baik di Kota Gorontalo yang tercinta ini.
 
Jika kekuatan dan instrumen politik PAN dapat dimainkan dan ditingkatkan secara konsisten oleh para kader partai di semua tingkatkan bekerja secara maksimal, berbenah diri, melakukan apa saja yang bermanfaat untuk rakyat, yang intinya adalah semua tindakan dan prilaku partai harus konkrit dan nyata, maka tentunya masyarakat akan merasakan kesenangan dan ketenangan secara langsung, bukan sekadar angan-angan, janji dan apalagi hanya sebatas slogan-slogan politik yang kita tampilkan dalam setiap kampanye dan sosia-lisasi kepada masyarakat.

PAN Kota Gorontalo juga  telah bertekad bisa menjawab problematika masyarakat Kota Gorontalo sehingga keberadaan PAN benar-benar dapat dirasakan secara langsung. PAN juga selalu sadar untuk senantiasa bersama rakyat, sebab memajukan kehidupan rakyat adalah salah satu tujuan PAN.

Sehingga saya berharap kepada semua fungsionaris, kader, simpatisan PAN di Kota Gorontalo untuk tetap berbuat dan bekerja, melakukan sesuatu sekecil apapun yang penting bermanfaat untuk masyarakat Kota Gorontalo. Jika kita dapat melakukan itu semua dengan baik dan konsisten maka saya yakin “Harapan akan menjadi kenyataan”. Tunggu apalagi? Mari kita buktikan demi kemajuan kita bersama!!! (ams)

Mengintip Status Wawali Gorontalo



Gorontalo, (harapanrakyat):
SETELAH sekian lama Wakil Walikota (Wawali) Gorontalo Feriyanto Mayulu dinilai tidak masuk kantor, Walikota Gorontalo akhirnya melayangkan surat permohonan Penegasan Status Feriyanto tersebut kepada Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Surat Walikota Gorontalo Nomor: 100/pem/567/2012, tertanggal 14 Mei 2012 tersebut dengan jelas meminta dan memohon ketegasan Kemendagri agar segera mengambil tindakan tegas atas sikap Feriyanto Mayulu yang dinilai tidak lagi menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Wakil Walikota Gorontalo.
 


Penegasan tersebut harus dimohonkan langsung oleh Walikota ke Kemendagri karena sejauh ini Gubernur Gorontalo juga belum bisa mengambil sikap tegas atas status Wawali tersebut.
 
Tetapi tujuh hari setelah surat Walikota Gorontalo itu dilayangkan, Gubernur Gorontalo pun akhirnya mengeluarkan surat berbau bantahan disertai dan dilampiri dengan selembar Hasil Klarifikasi dari Feriyanto Mayulu selaku Wawali.
 
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, dalam surat Nomor: 100/Pem/378/V/2012 yang ditujukan langsung kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu dengan jelas 'membantah' surat Walikota .
 
Gubernur Gorontalo dalam suratnya tersebut bahkan dengan sangat tegas menyatakan, bahwa tidaklah benar jika Feriyanto Mayulu tidak melaksanakan tugas sebagai Wawali. “Tetapi yang benar adalah Wakil Walikota tetap melaksanakan tugasnya di rumah pribadi dengan alasan dan pertimbangan sebagaimana hasil klarifikasi kami langsung kepada Wakil Walikota Gorontalo,” tulis Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam suratnya tertanggal 21 Mei 2012 tersebut.
 


Hasil klarifikasi yang sekaligus sebagai lampiran surat Gubernur Gorontalo ke Mendagri itu menyebutkan sembilan alasan Feriyanto Mayulu terpaksa tak lagi masuk berkantor di Kantor Walikota. Yakni, di depan ruang kerja Wawali telah terpasang CCTV yang digunakan walikota untuk memonitor tamu-tamu yang akan menemui Wawali; Pimpinan SKPD dilarang bertemu/berkonsultasi dengan Wawali di ruang kerjanya; Ruang kerja Wawali pernah dibongkar tanpa sepengetahuan Wawali; Pembagian kewenangan sudah tidak jelas lagi; Wawali merasa tidak difungsikan lagi; Keadaan pemerintahan tidak kondusif lagi; Wawali merasa tak nyaman lagi berkantor di Kantor Walikota; Ketika Walikota melaksanakan tugas di luar daerah, maka Plh Walikota hanya diserahkan kepada Sekretaris daerah atau kepada Asisten Sekretaris Daerah; Menghindari hal-hal yang tak diinginkan serta untuk tetap lancarnya pelayanan buat masyarakat, maka Wawali mengambil keputusan untuk tetap menjalankan tugas sebagai Wawali dengan berkantor di rumah pribadi.
 


Kondisi terakhir bahkan dikabarkan tenaga Satpol yang dulunya bertugas di kediaman pribadi Wawali kini ditarik oleh walikota. Bukan hanya itu, seluruh tunjangan dan honor Wawali bahkan sudah diperintahkan agar tidak dicairkan sebagaimana biasanya. “Kami terpaksa harus bertugas secara bergilir menggantikan tugas Satpol guna melayani masyarakat yang ingin bertemu dengan pak Wawali,” ujar sejumlah kader PAN mengaku sukarela bertindak sebagai Satpol.(ams)

Harus Tuntas Jika Partai Lain Ingin Berkoalisi



FOKUS utama yang saat ini sedang digencarkan Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Gorontalo bersama PAN se-Kota Gorontalo, adalah melakukan penajaman perjuangan politik guna meloloskan H. Feriyanto Mayulu, S.IKom, MH untuk menjadi Walikota Gorontalo pada Pemilihan Walikota (Pilwako) Gorontalo yang akan digelar pada 2013 mendatang.

Dimajukannya Feriyanto Mayulu sebagai calon Walikota Gorontalo, menurut H. Ramdan Datau, adalah karena adanya aspirasi dari seluruh simpatisan dan kader PAN serta sebagian besar masyarakat Kota Gorontalo.
 
Selain itu, kata Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Gorontalo ini, untuk perolehan kursi di DPRD Kota Gorontalo, PAN memang telah memenuhi ketentuan untuk mengusung satu paket dalam Pilwako.
 
Namun meski begitu, kata H. Ramdan Datau, pihaknya masih berusaha untuk dapat menerima koalisi dari partai lain sebagai pendukung pemenangan mau pun sebagai calon Wakil Walikota yang bakal mendampingi Feriyanto Mayulu.
 
“Sampai saat ini kita (PAN) masih membuka diri terhadap partai-partai lain untuk dapat berkoalisi. Dan ini merupakan kecenderungan yang layak untuk dilakukan agar manuver politik pada Pilwako bisa lebih tajam dan dikembangkan di lapangan,” ujar H. Ramdan Datau.
 
H. Ramdan Datau yang juga selaku Wakil Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo Bidang Kaderisasi dan keanggotaan ini menyebutkan, berkoalisi dengan partai lain adalah menjadi pilihan yang lebih baik bagi PAN apabila partai-partai lain tersebut dinilai mampu memberi konstribusi politik yang saling menguntungkan bagi semua pihak, utamanya buat masyarakat, dari awal hingga akhir.
 
Hal ini ditegaskan H. Ramdan sebagai isyarat sekaligus antisipasi agar peristiwa yang tidak diharapkan bisa dihindarkan, seperti perseteruan, pecah kongsi dan lain sebagainya.
 
Sehingga itu, kader militan PAN ini menilai pentingnya melahirkan lebih awal pembicaraan dan kesepakatan politik secara tuntas sebelum mengikat koalisi. “Yang bagus adalah sebelum berkoalisi (sebagai pendamping pasangan), tentunya kita harus membangun kesepakatan dan komitmen politik yang kuat dulu secara tuntas,” ujar H. Ramdan.
 
Ditanyai tentang dirinya (H, Ramdan Datau) dan Ketua DPD PAN Kota Gorontalo Syamsudin Umar (Lexy) yang juga disebut-sebut mampu sebagai calon Wakil Walikota mendampingi Feriyanto, dengan tegas H. Ramdan menolak hal tersebut.

“Kalau saya belum saatnya maju bertarung dalam pilwako. Kalau yang lain silakan! Tapi jujur saya lebih memilih Pak Feriyanto bisa berpasangan dengan figur yang dinilai layak dari partai lain,” ungkap H. Ramdan.
 
Namun H. Ramdan mengaku tetap tunduk pada keputusan partai. “Apa pun yang menjadi keputusan partai, maka tentu itulah yang akan kami perjuangkan, apalagi Pilwako ini juga merupakan pertarungan pemilu 2014,” katanya.(ams)

Pilwako 2013, PAN Punya Dua Pilihan



PARTAI Amanat Nasional (PAN) Kota Gorontalo telah memastikan diri akan mengusung kader terbaiknya, yakni H. Feriyanto Mayulu, S.Ikom. MH, untuk bertarung pada Pemilihan Walikota (Pilwako) Gorontalo pada 2013 nanti.
 
Dipilihnya sosok Feriyanto Mayulu sebagai Calon Walikota Gorontalo adalah merupakan keputusan yang telah bulat dari internal partai ber-lambang matahari bersinar ini.
 
Menurut Ketua DPD PAN Bidang Pemenangan Pemilu Kota Gorontalo, H. Abdullatif Yunus, ditetapkannya Feriyanto Mayulu sebagai Calon Walikota Gorontalo adalah merupakan aspirasi masyarakat lapisan bawah yang telah dijaring oleh seluruh kader PAN se-Kota Gorontalo.
 
“Sehingga kami menilai, bahwa Pak Feriyanto adalah haraPAN rakyat Kota Gorontalo yang diyakini betul-betul akan mampu mewujudkan haraPAN masyarakat Kota Gorontalo,” ujar H. Abdullatif.
 
Lebih jauh, kader yang giat dan militan menghidupkan PAN ini juga menyebutkan, sejauh ini pihaknya telah melakukan langkah-langkah strategis agar dapat memenangkan Feriyanto Mayulu sebagai Walikota Gorontalo periode 2013-2018.
 
“Kami telah merapatkan barisan, dan betul-betul telah melakukan sentuhan-sentuhan langsung kepada para konstituen beserta seluruh lapisan masyarakat,” ungkap H. Abdullatif.
 
Ditanyakan tentang siapa bakal pendamping Feriyanto, H. Abdullatif menegaskan, PAN punya dua pilihan. “Pertama, kami tetap membuka diri menerima partai lain untuk menjalin koalisi. Dan kedua, jika tak ditemukan kesepakatan dengan partai pendukung (koalisi) maka kami bisa memilih dan menetapkan calon pendamping Pak Feriyanto dari kader PAN sendiri,” tegas H. Abdullaltif sembari menyebut sejumlah kader dari PAN yang telah disiapkan sebagai calon Wakil Walikota yang akan mendampingi Feriyanto Mayulu apabila tak ditemui kesepakatan dari partai pendukung (Koalisi). Kader PAN yang dimaksud di antaranya adalah H. Syamsudin Umar (Lexy) dan H. Ramdan Datau.
 
H. Abdullatif tak menampik, bahwa sejumlah partai sejauh ini juga telah melakukan pendekatan politik terhadap PAN untuk bisa menjalin koalisi sebagai pendukung dalam Pilwako 2013 nanti.(ams)

PAN Hulonthalangi Targetkan 60% FM Menang



FERIYANTO MAYULU kini makin dilirik sebagai sosok yang paling pantas dan layak untuk dipilih menjadi Walikota pada Pemilihan Walikota (Pilwako) Gorontalo tahun 2013 mendatang.
 
Hal ini tentu saja tidak berlebihan, mengingat sosok yang kini masih menjabat sebagai Wakil Walikota Gorontalo ini tetap terlihat eksis menjalankan tugas dan tanggung-jawabnya bagi seluruh masyarakat Kota Gorontalo, meski pada kenyataannya harus dilalui di bawah ‘tekanan’ sekali pun.
 
Menurut Ketua DPC PAN Kecamatan Hulonthalangi, Apris Rajak, semakin ditekan dan disudutkan, sosok Feriyanto Mayulu bahkan makin termotivasi untuk dapat tampil lebih baik guna mewujudkan haraPAN rakyat Kota Gorontalo.
 
Dan situasi penekanan ini, menurut Apris, sudah menjadi rahasia umum karena telah ramai diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat. “Hasil perbincangan masyarakat itu kemudian melahirkan sebuah simpatik terhadap Feriyanto Mayulu yang memang dikenal sebagai sosok yang terkesan selalu mengalah, tetapi sesungguhnya beliau tegas mempertahankan pendirian jika itu demi kepentingan umat banyak,” ujar Apris.
 
Rasa simpatik masyarakat terhadap Feriyanto, kata Apris lagi, adalah muncul dengan sendirinya tanpa paksaan dari pihak mana pun. “Mereka mengaku nantinya akan tetap memilih Pak Feriyanto sebagai Walikota Gorontalo pada Pilwako 2013 mendatang,” tutur Apris optimis.
 
Pengakuan dari masyarakat ini, katanya, adalah sekaligus merupakan aspirasi yang telah dijaring oleh para kader PAN Kota Gorontalo. “Dan khusus di Kecamatan Hulonthalangi, kami telah mendapatkan banyak pengakuan simpatik dan dukungan untuk hanya memilih Pak Feriyanto sebagai Walikota Gorontalo 2013,” lontar Apris.
 
Sehingga itu, dengan kondisi ini, Apris pun berani menargetkan perolehan suara kemenangan Feriyanto Mayulu khusus di Kecamatan Hulonthalagi adalah paling tinggi 60% dan paling rendah 40%. “Penduduk di Kecamatan Hulonthalangi ini ada sekitar 70 persen bermata pencaharian nelayan, termasuk saya adalah anak nelayan, sebagian besar yakin Pak Feriyanto kelak jika sudah jadi walikota akan mampu memajukan kesejahteraan hidup para nelayan di Kecamatan Hulunthalagi ini,” kata Apris optimis. (ams)

Optimis PAN Kota Bersinar 2013 dan 2014



DENGAN melihat potensi Partai Amanat Nasional (PAN) dan peta politik terkini, maka saya berpendapat, bahwa PAN akan bersinar pada hajatan Pemilihan Walikota (Pilwako) Gorontalo tahun 2013 dan Pemilu (Pilpres dan Pileg) pada tahun 2014.
 
Saya merasakan secara langsung semangat dan kegigihan semua kader dan simpatisan PAN di Kota Gorontalo untuk bisa menjadikan PAN Kota Gorontalo “BERSINAR” di 2013 dan 2014.
 
Kayakinan ini harus bisa disokong dengan kemampuan PAN dalam menjaga secara konsisten semangat dan kegigihan dalam bekerja, melakukan sosialisasi politik, pendidikan politik, rekrutmen politik yang dilakukan secara terus menerus, baik secara formal maupun non-formal sebagaimana amanah konstitusi dan undang-undang partai politik. Ditambah lagi dengan kemampuan dan kecerdasan PAN dalam memainkan instrumen politik dan komunikasi politik dengan masyarakat.

PAN yakin bisa menyinari semangat amanat rakyat Kota Gorontalo yang menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik, maju dan sejahtera. Menyinari dalam pengertian adalah kemampuan untuk membaca, merespon dan menjadi solusi atas problemkatika yang dihadapi masyarakat Kota Gorontalo.
 
Dengan melihat peta politik saat ini terkait dengan pemilihan walikota dan wakil walikota, maka saya berpandangan semua calon walikota yang dimungkinkan akan bertarung pada pilwako nanti masih pada posisi dan kekuatan yang sama. Artinya, setiap calon memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing.
 
Olehnya itu kemampuan dalam menentukan siapa figur yang akan menjadi pasangan atau pendamping (dalam hal ini wakil walikota) juga menjadi penentu strategis dan tidak boleh dipandang sepele oleh setiap calon.
 
Disamping itu, jika PAN benar-benar ingin bersinar pada 2013 dan 2014, maka PAN harus lebih peka dengan menyikapi perkembangan dinamika politik yang ada di Kota Gorontalo.
Kemampuan untuk menambah energi politik sebagai tambahan ‘amunisi politik’ menjelang Pilwako 2013 dan Pileg 2014 adalah ibarat menghadapi peperangan, maka setiap pasukan yang ingin memenangkan pertarungan, tentulah harus siap dengan perlengkapan perang yang memadai, pasukan harus solid (satu perintah) dan memiliki strategi perang yang jitu.
 
Dan PAN tentunya harus punya modal itu dalam menghadapi perhelatan politik Pilwako dan Pileg 2014 jika ingin bersinar dan menyinari semangat serta kegigihan rakyat Kota Gorontalo.(ams)

PAN Kota Selalu Siap dengan Fasilitas


 
SETIAP kali menghadapi pesta demokrasi dalam ajang pemilihan kepala negara mau pun kepala daerah, maka setiap partai atau pun figur yang akan bertarung sebagai peserta pemilihan tentunya sudah harus mempunyai strategi dan menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan kesuksesannya.
 
Akan halnya dengan Pemilihan Walikota (Pilwako) Gorontalo pada 2013 ini, Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Gorontalo telah bulat menetapkan figur H. Feriyanto Mayulu, S.IKom, MH sebagai calon utama yang akan merebut kepemimpinan di Kota Serambi Madinah ini.
 
Berbagai manuver dan strategi politik jauh-jauh hari pun sudah dijalankan oleh PAN demi meloloskan sosok Feriyanto Mayulu yang juga sebagai Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo itu.
 
Menurut Bendahara PAN Kota Gorontalo, Salim Polapa, pada Pilwako Gorontalo kali ini, PAN sudah sangat siap bertarung untuk memenangkan Feriyanto Mayulu sebagai Walikota Gorontalo 2013-2018.
 
“Sejauh ini seluruh kader dan simpatisan PAN se-Kota Gorontalo telah bertekad dalam semangat dan kegigihan bersama untuk bertarung hingga tetesan darah terakhir demi memenangkan Feriyanto Ma-yulu sebagai Walikota Gorontalo,” ujar Salim yang ditemui di kediaman Ketua DPD PAN Kota Gorontalo, Syamsudin Umar, dan didampingi oleh Jasman Abdjul selaku Wakil Bendahara PAN Kota Gorontalo belum lama ini.
 
Semangat dan kegigihan tersebut, kata Salim, tentu saja dipahami akan bisa terus berkobar jika mampu disokong dan direspon dengan kesiapan berbagai fasilitas yang memadai.

Sehingganya, menurut Salim lagi, PAN tentu saja akan mampu membuat semangat tersebut agar terus berkobar bagai matahari yang mampu menyinari alam semesta ini seiring dengan upaya mewujudkan harapan rakyat Kota Gorontalo.
 
“Kami sudah meyiapkan berbagai fasilitas yang sangat layak buat masyarakat  dan bagi para kader dan simpatisan untuk dapat dimanfaatkan secara gratis sebagai kemudahan dalam melakukan hajatan, seperti acara sunnatan, baiat, kedukaan, pengajian dan lain sebagainya,” ujar Salim.
 
Fasilitas yang dimaksud di antaranya adalah sound-system, tenda, kursi beserta alat kelengkapannya. “Sekali lagi semua fasilitas tersebut memang sengaja disediakan oleh PAN untuk dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma sebagaimana penggunaannya. Dan bagi masyarakat atau simpatisan dan kader PAN di tingkat bawah yang ingin menggunakannya, maka dapat menghubungi pengurus DPD PAN Kota atau DPW Provinsi Gorontalo,” katanya.
 
Namun Salim membantah, penyiapan fasilitas atau pun pemberian bantuan lainnya tersebut bukan semata supaya masyarakat bisa mendukung dan memilih calon dari PAN.
 
“Jauh sebelumnya, Pak Feriyanto, Pak Lexy (Syamsudin Umar) dan para petinggi PAN lainnya, diminta atau tidak memang telah terbiasa memberikan bantuan kepada masyarakat. Intinya, PAN sejak dulu selalu tahu dan memahami apa yang menjadi keluhan sekaligus harapan dari rakyat. Dan kami bertekad agar harapan yang lebih baik dapat segera terwujud,” ujar Salim.(ams)

Jumat, 24 Agustus 2012

Iklan Ucapan

Iklan Ucapan Hari-hari Penting: 

HaraPAN Keluarga, HaraPAN Rakyat



Gorontalo, (harapanrakyat):
SOSOK H. Feriyanto Mayulu, S.IKom, MH, sejauh ini selalu tegar menghadapi tugas dan tanggungjawabnya, baik sebagai Wakil Walikota Gorontalo maupun selaku Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Gorontalo, adalah berkat motivasi, doa dan restu dari keluarga yang mencintainya agar dapat senantiasa tulus mempersembahkan yang terbaik buat banyak orang.

“Dan itulah harapan seluruh keluarga terhadap saya. Kalau cuma menurut saya, maka mungkin saya lebih baik jadi pengusaha saja. Tetapi keluarga bersama pihak-pihak lain melihat dan menyaksikan sendiri betapa rakyat sangat menghendaki saya untuk bisa tampil memberikan pengabdian kepada banyak orang,” ujar Feriyanto Mayulu yang akrab disapa dengan nama Eby ini.

Menurut Eby, selama ini keluarga, terutama istri dan anak-anak, begitu ikhlas mendorong dan memberi motivasi agar dapat berusaha semaksimal mungkin mengedepankan dan mewujudkan harapan-harapan rakyat.
 
“Semua keluarga saya paham dan mengerti akan tugas-tugas yang tengah saya emban saat ini tidaklah ringan, sehingga itu mereka pun merasa berkewajiban untuk membantu dengan memberikan doa dan restu. Sungguh mereka (keluarga) sangat berharap agar saya selalu berusaha untuk bisa mewujudkan harapan-harapan rakyat,” tutur Eby.
 
Tugas dan tanggungjawab Eby memang tidaklah ringan, bertubi-tubi tantangan dan rintangan silih-berganti menghadang upaya dan langkah pengabdiannya. Namun lagi-lagi, Eby selalu bisa mengatasinya tanpa harus merasa lelah apalagi mengeluh terhadap tuntutan tugas dan pengabdiannya tersebut.

Eby bahkan mengaku tambah bersemangat dan bergairah. Karena setiap ada masalah yang sedang dihadapi, maka keluarga bersama istri dan seluruh anak-anak langsung memberinya motivasi yang menyejukkan.

Keluarga, kata Eby, sangat memahami benar, bahwa untuk berbuat kebaikan memang tidaklah semudah yang dibayangkan. Sehingga itu, seluruh keluarga selalu memberi motivasi dan berharap agar jangan mudah menyerah, terlebih dalam memperjuangkan dan mewujudkan harapan-harapan rakyat.

“Tapi saya juga berharap kepada rakyat, terutama warga Kota Gorontalo untuk tetap memberi doa dan restu terhadap apa yang menjadi harapan kita semua dapat segera terwujud demi kesejahteraan bersama,” katanya>ams

PAN Parpol MaPAN yang Terbiasa Berpolitik SoPAN



Gorontalo, (harapanrakyat):
PARTAI Amanat Nasional (PAN) adalah salah satu Partai Politik di Indonesia yang berazaskan: “Akhlak Politik Berlandaskan Agama yang Membawa Rahmat bagi Sekalian Alam”
 
Partai berlambang matahari bersinar ini didirikan pada tanggal 23 Agustus 1998. Dan Ketua Umum DPP PAN saat ini adalah Hatta Rajasa yang juga sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Sedangkan Amien Rais selaku mantan Ketua Umum, kini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai.
 
Cita-cita partai berakar pada moral agama, kemanusiaan, dan kemajemukan. Selebihnya PAN menganut prinsip nonsektarian dan nondiskriminatif.
 
Visi dan misi PAN adalah  membentuk masyarakat Indonesia baru yang berdasarkan moralitas agama, perikemanusiaan dan prinsip-prinsip demokrasi. Misi ini dalam implementasinya selalu bersandar pada etika dan fatsun (sopan santun) politik.
 
PAN bertujuan menjunjung tinggi dan menegakkan kedaulatan rakyat, keadilan, kemajuan material dan spiritual.
 
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka PAN menjalankan usaha dan upaya serta melakukan perjuangannya, yakni di antaranya:
1. Membangun masyarakat Indonesia baru, berdasarkan moral agama, prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.
2. Membangun masyarakat madani yang bebas dari kesengsaraan, rasa takut, penindasan dan kekerasan.
3. Mewujudkan manusia Indonesia yang berdaulat, memiliki jati diri, cerdas, berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
4. Membangun manusia Indonesia yang mampu menguasai dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan bangsa dan umat manusia.
5. Meningkatkan peran serta politik dan kontrol sosial masyarakat pada penyelenggaraan pemerintahan dan negara.
6. Meningkatkan kesadaran atas pelaksanaan kewajiban warga negara sebagai manusia dan kewajiban negara dalam penegakan hak-hak asasi manusia yang semakin terjamin dan bertanggung jawab.
7. Mengupayakan pertanggungjawaban yang terbuka dalam pengurusan negara melalui penguatan masyarakat madani dalam mengawasi kekuasaan.
8. Memperjuangkan peningkatan kemampuan daerah dalam mengembangkan kemandirian dalam mengurus sumber daya, mencari pendanaan dan menikmati hasil-hasilnya sehingga dapat mencegah disintegrasi nasional dan ekploitasi pusat terhadap daerah.
9. Memperjuangkan kebebasan pers yang memperhatikan norma-norma hukum, susila, akhlak dan kepatutan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang obyektif dan transparan.
10. Mengusahaan penegakan hukum tanpa diskriminasi sehingga semua masyarakat mendapat akses yang sama dalam lembaga peradilan yang independen, adil, murah dan cepat.
11. Memperjuangkan secara tegas pemisahan antara lembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif untuk menjamin proses dapat saling kontrol di antara lembaga-lembaga tersebut.
12. Mengupayakan peranan TNI yang sesuai dengan fungsinya di bidang HANKAM, tunduk pada hukum, konstitusi dan kontrol publik.
13. Mengupayakan agar setiap warga negara memiliki akses langsung pada penguasaan dan pemilikan tanah, pengakuan hak ulayat, dan mengembalikan fungsi sosial yang melekat pada tanah.
14. Mengusahakan persamaan hak Perempuan secara proporsional sebagai insan yang harus dihormati dengan memberikan kesempatan yang sama di mata hukum, sosial, ekonomi dan politik.
15. Mewujudkan kesejahteraan sosial lewat pemerataan yang berlandaskan moralitas agama serta menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.
16. Memperjuangkan pemberian kesempatan yang sama bagi semua pelaku ekonomi untuk mewujudkan segala potensi yang dimiliki bagi penguatan daya saing nasional.
17. Meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan nasional yang mampu meningkatkan sumber daya manusia yang merangsang kemandirian dan kreativitas.
18. Memperjuangkan perlindungan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup dari keserakahan manusia untuk menjamin keadilan antar generasi.
19. Memperjuangkan kebijakan ekonomi yang memihak kepada yang lemah dan mendukung terciptanya keadilan bagi masyarakat luas.
20. Memperjuangkan berjalannya pemerintahan yang bersih, efektif, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

PAN Provinsi GorontaloKiprah PAN di Provinsi Gorontalo amat jelas bagai meteor yang mampu bergerak melejit dengan cepatnya. Hal ini merupakan terobosan dari sosok H. Feriyanto Mayulu, S.IKom, MH, sebagai salah satu kader terbaik yang dimiliki PAN Provinsi Gorontalo, khususnya di Kota Gorontalo.
 
Bagaimana tidak, sejak Eby (sapaan akrab Feriyanto Mayulu) menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kota Gorontalo hingga kemudian dipercaya sebagai Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo, nampak ruang pergerakan politik PAN menjadi luas dan dipenuhi dengan sinar yang mampu menerangi setiap langkah perjuangan PAN, sehingga arah menuju harapan pun makin jelas dan terang-benderang.
 
Sehingga itu, menurut Nuzlan Botutihe selaku Wakil Ketua DPD PAN Kota Gorontalo, jelang Pemilihan Walikota (Pilwako) Gorontalo 2013 seluruh kader PAN telah bulat dan bertekad untuk memenangkan Eby sebagai Walikota Gorontalo periode 2013-2018.
 
“Dan kami sangat optimis 100 persen, Eby akan menang dalam Pilwako mendatang. Keyakinan ini begitu besar, karena dukungan ma-syarakat terhadap Eby juga terlihat sangat tinggi dengan menempatkan Eby sebagai sosok harapan bagi seluruh warga Kota Gorontalo,” ujar Nuzlan Botutihe serius.>ams