MEMANFAATKAN JABATAN SEBAGAI LAHAN IBADAH
Gorontalo, (harapanrakyat):
SEIDENTIK dengan namanya, Partai Amanat Nasional (PAN), selama ini tentunya menekankan kepada seluruh kadernya agar senantiasa menjalankan amanat yang diamanahkan rakyat untuk tetap mengedePANkan kepentingan bersama dalam meraih kemajuan dan kesejahteraan bersama pula.
SEIDENTIK dengan namanya, Partai Amanat Nasional (PAN), selama ini tentunya menekankan kepada seluruh kadernya agar senantiasa menjalankan amanat yang diamanahkan rakyat untuk tetap mengedePANkan kepentingan bersama dalam meraih kemajuan dan kesejahteraan bersama pula.
Sehingga itu, menurut H. Feriyanto Mayulu selaku Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo, pemimpin yang berasal dari kader PAN tentunya dituntut untuk senantiasa mampu memegang teguh filosofi dari sebuah amanat yang diamanahkan rakyat, sekaligus merupakan penegasan agar setiap amanat tersebut dapat diterapkan sebagai sebuah prinsip dalam upaya mewujudkan harapan-harapan rakyat.
“Jika seorang pemimpin menyadari filosofi amanat dan amanah dari rakyat untuk rakyat, maka tentunya pemimpin tersebut akan memanfaatkan jabatannya sebagai lahan ibadah. Bukan justru memanfaatkan jabatan tersebut sebagai kekuatan untuk membodoh-bodohi atau bahkan menindas rakyat,” jelas Eby (panggilan akrab Feriyanto Mayulu).
Eby mengakui, selama ini dirinya setiap saat menekankan kepada para kader PAN terutama yang sedang duduk sebagai wakil rakyat di legislatif se-Provinsi Gorontalo, bahwa betapa pentingnya memanfaatkan jabatan sebagai lahan ibadah agar dapat terhindar dari hal-hal yang dibenci oleh rakyat, dan dijauhkan dari segala hal yang dilaknat oleh Sang Maha Kuasa.
Nampaknya, Eby tidak hanya mengarahkan dengan ucapan para kader PAN untuk memanfaatkan jabatan sebagai lahan ibadah, tetapi Eby telah banyak memberi contoh dengan langsung memperlihatkan prilaku yang senantiasa berpihak kepada keinginan rakyat. Misalnya, Eby setiap saat meluangkan waktu mengunjungi sejumlah masyarakat, terutama mereka yang berekonomi lemah, untuk diberi hiburan maupun motivasi sekaligus bantuan dan sedekah lainnya. “Paling tidak, kehadiran kita di tengah-tengah mereka yang mengalami kesusahan dapat menjadi penghibur hati,” kata Eby.>ams

Tidak ada komentar:
Posting Komentar